BIMBINGAN IBADAH HAJI ARRAFIIYAH SIAP MENGANTAR DAN MEMBIMBING ANDA UNTUK MENGGAPAI HAJI MABRUR --- BERGABUNG SEGERA BERSAMA KAMI

Sabtu, 29 Maret 2014

Kemenag Tetapkan 12 Bandara Embarkasi Haji

Dua belas bandara Indonesia ditetapkan sebagai embarkasi dan debarkasi pada penyelenggaraan ibadah haji 1435H/2014M. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 52 Tahun 2014 tentang Penetapan Embarkasi dan Debarkasi Haji Tahun 1435H/2014M. Diberitakan laman Kemenag, Jumat (28/3/2014), berikut ini 12 embarkasi dan debarkasi haji 1435H:
1. Bandara Sultan Iskandar Muda-Banda Aceh (BTJ) untuk wilayah Provinsi Aceh;
2. Bandara Kualanamu International Airport-Medan (KNO) untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara;

Sabtu, 01 Maret 2014

Senin, BPIH 2014 Akan Diputuskan Turun 308 Dolar AS

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Anggito Abimanyu memastikan penurunan Biaya Penyelenggaraan Haji dan Umrah (BPIH) 2014.

Penurunan tersebut hasil pembahasan panjang dari Panja BPIH 2014 yang terdiri dari Komisi VIII DPR dan Ditjen PHU Kemenag.

"Insya Allah akan diputuskan Senin ini kalau BPIH 2014 turun dibanding tahun lalu," kata Anggito kepada Republika, Jumat (28/2).

Selasa, 02 April 2013

DPR-Pemerintah Sepakati Besaran BPIH 2013

DPR RI dan pemerintah akhirnya menyepakati besaran  Biaya Penyelenggaraan Haji Indonesia (BPIH) tahun 2013.

Dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama, Senin (1/4), disepakati BPIH rata-rata sebesar 3527 dolar AS atau turun 90 dolar AS dari tahun lalu sebesar 3617 dolar AS. Dalam mata uang rupiah, BPIH tahun ini rata-rata sebesar Rp 33.859.200. Jumlah itu turun sekitar Rp 140.600 dibanding tahun 2012 lalu.

Sabtu, 09 Februari 2013

Biaya Haji Berpotensi Naik

Biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2013 berpotensi mengalami kenaikan. Tapi, kenaikan biaya haji bagi jamaah haji Indonesia belum dapat dipastikan angkanya.

"Kemungkinan jumlah kenaikan berapa, sedang dihitung," kata Menter Agama Suryadharma Ali kepada Republika, Senin (4/2) malam.

Menurut Menteri Agama, potensi kenaikan biaya haji ini tetap ada. Penyebabnya kenaikan tersebut dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah kecenderungan harga sewa rumah yang naik.

Senin, 04 Februari 2013

Saudi Keluarkan Kebijakan yang Bakal Menyulitkan Penyelenggaraan Haji Indonesia

Jakarta (Sinhat) --Indonesia bakal mengalami kesulitan dalam penyelenggaraan haji beberapa tahun ke depan, karena pemerintah Arab Saudi  mengeluarkan surat edaran yang menetapkan, kantor misi haji Indonesia tak dibenarkan lagi menggunakan kata misi haji Indonesia.
    
Selama ini kantor misi haji Indonesia atau yang dikenal Teknis Urusan Haji selalu berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri melalui Konsulat Jendral RI di Jeddah. Ke depan, sudah harus dipisah, kata Kepala Staf Teknis Urusan Haji pada KJRI Jeddah, DR. M. Syairozi Dimyati   di Jeddah, baru-baru ini.

Surat Edaran (SE) tentang aturan itu sudah diterima dan sudah disampaikan kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu dan Menteri Agama Suryadharma Ali.
  

Rabu, 05 September 2012

Haji Sunnah Saat Banyak Kaum Miskin

H. Akbar
Ketua BIH Arrafiiyah

Bisyr Bin Al Harits suatu saat didatangi oleh seorang laki-laki yang hendak melakukan ibadah haji lalu laki-laki itu pun menyampaikan ,”Saya bertekad untuk melaksanakan ibadah haji, apa pesan Anda?”

Bisyr bin Al Harits pun balik bertanya,”Berapa biaya yang engkau perlukan untuk hal itu?” Laki-laki itu pun menjawab,”Dua ribu dirham”.

Bisyr bin Al Harits kembali bertanya,”Engkau beribadah haji dalam rangka agar menjadi orang zuhud, rindu terhadap Baitullah atau untuk memperoleh ridha Allah?” 

Laki-laki itu pun menjawab,”Untuk mencari ridha Allah.”

Bisyr bin Al Harits masih terus bertanya,”Jika engkau memperoleh ridha Allah Ta’ala sedangkan engkau berada di rumah apakah engkau mau?” Laki-laki itupun menjawab,”Ya. Saya mau.”

Akhirnya Bisyr Al Harits menyampaikan,”Jika demikian, bagikan uang itu untuk sepuluh orang, hingga orang yang berhutang bisa melunasi, orang faqir bisa memenuhi kebutuhan, orang yang kesusahan bisa memenuhi hajat keluarganya serta agar para penanggung anak yatim teringankan. Namun jika hatimu kuat berikan kepada satu orang saja, sesungguhnya membantu orang-orang yang lemah lebih mulia daripada seribu haji setalah haji fardhu”. (Ihya’ Ulumuddin, 11/2058)

Senin, 03 September 2012

Tahun Ini, Koper Jamaah Haji Berwarna Orange

H. Akbar
Ketua BIH Arrafiiyah

Jika pada tahun-tahun sebelumnya koper, tas tentengan, dan tas dokumen jamaah haji berwarna hijau dan biru, Tahun 2012 ini maskapai Garuda mempersiapkan koper dan tas berwarna orange.

“Setiap JCH Aceh memperoleh sebuah koper, tas tentengan dan tas dokumen dari Maskapai Penerbangan Haji, untuk embarkasi Aceh, maskapainya adalah Garuda Indonesia,” Kata Marwan Kawmaruddin, Kasi Penyelenggara Haji Kemenag Aceh Utara, saat dijumpai di Asrama Haji, Sabtu (1/9).

“Perlengkapan tersebut biasanya kita serahkan kepada calon jamaah setelah semua proses administrasi pelunasan BPIH selesai,” lanjutnya.

Berdasarkan pengamatan, khusus untuk tas tentengan kali ini dilengkapi dengan roda dan besi tarikan. “Dengan roda dan besi untuk menarik, tentu akan mempermudah jamaah haji yang sudah tua atau yang tidak sanggup menenteng bawaan karena berat, sepertinya pada tahun sebelumnya belum ada,” Jelas Marwan.

Isi Koper dan Tas Jamaah

Koper jamaah diisi dengan perlengkapan ibadah dan pakaian ganti sehari-hari selama di Arab Saudi. Saat pemeberangkatan, koper jamaah akan dikumpulkan oleh petugas di Kabupaten / Kota untuk seterusnya dibawa terlebih dahulu ke Asrama Embarkasi untuk diperiksa, disusun dan kemudian di bawa ke bandara sebelum dinaikkan ke pesawat haji.

Karena itu, kebutuhan dan perlengkapan ganti jamaah haji selama di asrama embarkasi hingga tiba di pemeondokan di Saudi Arabia harus dimasukkan ke dalam tas tentengan. Biasanya berisi beberpa pakaian dalam dan pakaian ganti, serta kain ihram untuk jamaah yang berangkan dengan kloter dalam gelombang kedua yang langsung menuju Jeddah dan Makkah.

Tas dokumen berisi paspor, DAPIH dan dokumen-dokumen lainnya terkait administrasi jamaah haji, juga obat-obatan ringan atau suplemen yang sering dikonsumsi oleh jamaah haji.

Jamaah yang menderita penyakit tertentu dan membutuhkan supply obat secara terus-menerus, biasanya juga akan dilengkapi dengan satu tas pinggang yang berisi obat-obatan oleh petugas kesehatan haji di Embarkasi.
Sebagai catatan, benda-benda tajam seperti gunting, pisau dan alat cukur tidak diperkenankan dimuat di tas tentengan yang akan dibawa masuk ke kabin jamaah haji. Juga benda-benda yang mudah meledak dan terbakar seperti korek api gas dan pewangi semprot. Bila kedapatan, benda-benda tersebut dan yang terlarang lainnya akan disita oleh petugas.

Arsip Blog